Saturday, May 23, 2009

Pernahkah kau merasa...




Pernahkah kau merasa... hatimu kosong...
Pernahkah kau merasa... hatimu hampa...

Sambil mengutip kalimat dari lagu itu seorang teman bercerita tentang hidupnya yang hancur dan kosong, 2 minggu lalu.

“Sebelum ini hidupku benar-benar tidak jelas Ik. Aku tidak tahu apa yang kukejar... Aku aktif beribadah, tapi aku tidak menyangkal tentang hidupku yang kosong. Aku akhirnya banyak menghabiskan malam hari di Simpang 5, nongkrong, merokok, mabuk, tidak jelas. Hingga malam tahun baru kemaren... aku berteriak kepada Tuhan. Aku ingin memulai hidupku denganNya. Aku sudah muak dengan hidupku. Dan...akhirnya bertemu dengan kalian... Sekarang, setelah aku mengambil keputusan untuk dilahirkan kembali, untuk memulai lagi segalanya dari awal. Aku tahu, keselamatan ini bukan hanya untukku, tapi untuk teman-temanku, untuk orang-orang lain yang juga harus hidup bersungguh-sungguh dengan Tuhan. Kemarin aku sudah berusaha kesaksian kepada salah satu teman brengsekku yang dulu, tapi dia malah membuang muka dan menghindar... tapi aku tidak menyerah!! Besok aku akan temui lagi temanku yang lain...”

Satu lagi orang, satu lagi... dan akan ada satu demi satu lagi orang berikutnya yang akan dilahirkan kembali. Aku percaya itu!! Satu orang ‘kecil’ ini ... aset luar biasa bagi Injil dan Kerajaan Sorga!

***

Ucapan seorang teman ‘baru’ itu... kesaksiannya.. semangatnya (meski aku tahu, jalan yang dia lewati tak akan mudah), ia memacu semangat di tengah kesibukanku untuk tetap terfokus pada tujuan utama ‘panggilanku’.

Ketika beberapa hari ini aku disibukkan dengan aktifitas di salah satu usaha baru yang harus aku tangani dan perhatikan dengan sungguh-sungguh mulai dari hal kecil sampai dengan urusan karyawannya. Aku hanya meminta supaya ‘api’ ku tak meredup, memudar, dan padam, hanya oleh hal-hal dunia yang sementara.

Hingga... Jumat kemarin. Waktu aku melihat senyum di wajah seorang teman yang juga ‘penanggung jawab’ perusahan dan berkata, “Aku senang kamu disini, aku merasa terhibur dengan senyumanmu, gayamu, kantor ini seolah menjadi cerah ketika kamu datang...”

“Hallah... tapi aku ini ‘kan cerewet... minta ini minta itu... belum lagi godain pegawai-pegawaimu itu... ha ha ha ha...soalnya aku benci muka mereka yang tak pernah tersenyum begitu...” jawabku

Aku tahu sesuatu yang tidak mereka sadari!! Aku tidak mau dan tidak akan memberikan ‘impact’ yang kecil pada mereka. Setelah kehadiranku di tengah-tengah mereka, aku tahu hidup mereka tidak akan pernah sama seperti sebelumnya. Aku tahu persis... akan ada kesempatan luar biasa, suatu saat nanti untuk memberitakan juga jalan keselamatan dan kehidupan itu kepada mereka, karena aku telah mengerti ‘tujuanku’.

***

Hemmmm... sales minuman dingin udah datang... kulkas udah diisi... sales pulsa katanya besok... sales yang laen lagi janji hari senin....

Aku duduk di sofa sambil menatap etalase di depanku, menulis, mencoret-coret, memperhatikan 2 orang pegawai baru yang sedang taat melakukan perintahku... walalhhhhh.. sok bos... kale..., aku sedang sibuk berpikir kira-kira apa lagi yang bisa memenuhi etalase-etalase itu dan mendatangkan uang... whaaaa... ^_^ ketika hujan turun dengan derasnya dan dua orang pria masuk di warung kecil kami, mohon ijin berteduh sebentar.

Singkat kata aku dan kedua bapak itu bercerita kesana kemari... ahhh ya... ini kesempatan luar biasa itu. Injil, sesuatu yang sangat fleksibel...Dia mampu memasuki sudut.. sudut kecil yang tersembunyi, yang tidak pernah diperhitungkan siapapun. Dan kali ini, aku berada di dalamnya.

Dari depan pintu warung kecil itu... aku memperhatikan pelataran parkir dari ujung ke ujung... Satpam hotel kecil di ujung sana yang suka cengengesan..., office boy Bank XYZ yang sering duduk termenung..., tukang salon yang lebai..., tukang parkir..., mbak-mbak pegawai bank yang manis manis... , mbak-mbak pegawai apotik yang wangi..., pegawai warung sop buntut...

Apakah aku akan diberikan kesempatan untuk berbicara kepada mereka? Apakah salah satu, salah dua, salah tiga.... dari mereka akan menerima Injil keselamatan? Apakah tempat ini akan terguncang oleh pemberitaan pertobatan kelahiran kembali? Aku tidak tahu! Itu bisa terjadi kapan saja, besok, lusa, minggu depan... atau...

Pernahkah kau merasa... hatimu kosong...
Pernahkah kau merasa... hatimu hampa...

Terdengar lagi lagu itu dari mulut tukang parkir di depan warung sop buntut... Apakah ‘benar’ mereka kosong? Apakah mereka benar ‘hampa’? Begitu banyak orang yang ‘kosong’, tanpa mempedulikan status sosial, jabatan, ataupun pekerjaan, dan begitu banyak orang disini... mungkin diantaranya memiliki ‘kekosongan’ itu dalam hidupnya.

Apakah yang mampu mengisinya? Apakah aku memiliki jawabannya? Tentu saja aku memiliki jawabannya!!! Jawabku. Tetapi, siapakah yang akan memberitakanNya kepada mereka?

KAMU!!! Dan ... suara itu menunjuk kepada diriku sendiri, aku tidak bisa menyangkalnya, aku harus melakukannya!! Apakah ANDA juga?????!!!

Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil (1Korintus 9:16)

0 comments:

Post a Comment

Hi sahabat, tengkyu banget udah mau komentar... ayo semangat!!

Radio Worship

  © Blogger templates ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP