Tidak dipatahkanNya.. tidak dipadamkanNya..

“Bapakku itu monster.. jahat.. kejam.. pezinah.. gila.. kurang ajar.. tidak mempedulikan aku... membuang aku... dia menghajarku... dia menghancurkanku...”
“Aku melihatnya main gila dengan perempuan itu... di saat ibuku sekarat“
“Aku benci.. aku kepahitan...aku...”
Begitu banyak kemarahan yang dilontarkannya, begitu banyak, tak terbendung. Matanya liar, penuh dendam, penuh kepahitan, tak ada yang diijinkan masuk ke dalam hatinya.. tidak ada.
Matanya menyimpan kesedihan, kesepian, kesendirian, kepahitan dan dendam yang tercampur aduk tak terkendali...
Dan semalam, aku .... seolah melihat diriku................. 15 tahun yang lalu______
Aku masih menyimpan kisah itu:
Ketika 15 tahun itu telah berlalu dan aku bertemu ‘cerminanku’____
“Aku tak akan memberikanmu nasehat indah”
“Aku tak akan menyuruhmu mengampuni keluargamu”
“Aku tak akan menyuruhmu menghormati dan berlutut pada mereka”
“Tapi, mari kita lihat sama-sama hidup kita di hadapanNya....”
“Karena kamu diciptakan bukan hanya ‘untuk menjadi seorang yang bernama Elisa yang tak mempunyai arti apa-apa di dunia’...”
“Mari kita letakkan pengetahuan kita, mari kita letakkan pembenaran kita, mari kita bicara Elisa... mari kita bicara tentang seorang pribadi, yaitu aku dan kamu... kita di hadapanNya...”
Kalimat demi kalimat meluncur begitu saja dariku........
“Elisa, berhentilah berbohong, berhentilah munafik, berhentilah bergaya seolah kamu ‘baik-baik saja’. Elisa... dibalik semua ketegaran yang kau tampilkan, kau hanya menyembunyikan seorang gadis kecil yang kesepian, sendirian, tersakiti, dan terbuang...”
“Elisa... mari kita lihat anugerah Tuhan...”
Hingga akhirnya ,...
“Aku, menyerah! Aku mau mengampuninya, aku mau menerima pengampunan itu dari Tuhan, aku mau menjadikan DIA, YESUS KRISTUS itu sebagai TUHAN dan JURU SELAMATku satu-satunya di hidupku.... Aku tahu, bukan lagi kekuatanku... bukan lagi pengertianku... Selama ini aku hanya tahu tapi tidak mengenal DIA di hidupku,... selama ini aku tidak menghidupi yang TUHAN katakan... “
Satu lagi anugerah tercurah... meski kehidupan baginya tak akan selalu mulus dan indah... tapi dia telah berbeda.. ada satu pribadi yang tak akan pernah meninggalkan dia lagi...
Satu pribadi telah dibawa pulang...
Satu pribadi telah dipindahkan dari gelap menuju terang yang ajaib...
Satu pribadi ... yang luar biasa... unik... berharga di mataNya
Aku...
Terharu...
Sama seperti aku diubahkan... sama seperti aku dihargaiNya dengan luar biasa... demikian juga Elisa... dan Elisa... dan Elisa... dan Elisa lain ... dan berikutnya di hari-hari yang akan datang...
Buluh yang patah terkulai itu tidak diputuskanNya...
Sumbu yang pudar nyalanya itu tidak dipadamkanNya...
Oleh anugerahNya, Ia menyalakan kembali kehidupan di dalam kegelapan jiwa anak manusia ...
dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, ...
Yesaya: 42: 3








