Friday, July 03, 2009

Tidak dipatahkanNya.. tidak dipadamkanNya..


“Bapakku itu monster.. jahat.. kejam.. pezinah.. gila.. kurang ajar.. tidak mempedulikan aku... membuang aku... dia menghajarku... dia menghancurkanku...”

“Aku melihatnya main gila dengan perempuan itu... di saat ibuku sekarat“

“Aku benci.. aku kepahitan...aku...”



Begitu banyak kemarahan yang dilontarkannya, begitu banyak, tak terbendung. Matanya liar, penuh dendam, penuh kepahitan, tak ada yang diijinkan masuk ke dalam hatinya.. tidak ada.

Matanya menyimpan kesedihan, kesepian, kesendirian, kepahitan dan dendam yang tercampur aduk tak terkendali...

Dan semalam, aku .... seolah melihat diriku................. 15 tahun yang lalu______

***

Ketika kejahatan itu merajai hidupku, ketika kepedihan itu begitu penuh di dadaku, ketika amarah itu seperti api yang siap menghanguskan siapapun di dunia ini tanpa terkendali.

Aku masih menyimpan kisah itu:



Ketika 15 tahun itu telah berlalu dan aku bertemu ‘cerminanku’____

***

“Aku tak akan memberikanmu nasehat indah”

“Aku tak akan menyuruhmu mengampuni keluargamu”

“Aku tak akan menyuruhmu menghormati dan berlutut pada mereka”

“Tapi, mari kita lihat sama-sama hidup kita di hadapanNya....”

“Karena kamu diciptakan bukan hanya ‘untuk menjadi seorang yang bernama Elisa yang tak mempunyai arti apa-apa di dunia’...”

“Mari kita letakkan pengetahuan kita, mari kita letakkan pembenaran kita, mari kita bicara Elisa... mari kita bicara tentang seorang pribadi, yaitu aku dan kamu... kita di hadapanNya...”

***

Kalimat demi kalimat meluncur begitu saja dariku........

“Elisa, berhentilah berbohong, berhentilah munafik, berhentilah bergaya seolah kamu ‘baik-baik saja’. Elisa... dibalik semua ketegaran yang kau tampilkan, kau hanya menyembunyikan seorang gadis kecil yang kesepian, sendirian, tersakiti, dan terbuang...”

“Elisa... mari kita lihat anugerah Tuhan...”

***

Hingga akhirnya ,...

“Aku, menyerah! Aku mau mengampuninya, aku mau menerima pengampunan itu dari Tuhan, aku mau menjadikan DIA, YESUS KRISTUS itu sebagai TUHAN dan JURU SELAMATku satu-satunya di hidupku.... Aku tahu, bukan lagi kekuatanku... bukan lagi pengertianku... Selama ini aku hanya tahu tapi tidak mengenal DIA di hidupku,... selama ini aku tidak menghidupi yang TUHAN katakan... “

***

Satu lagi anugerah tercurah... meski kehidupan baginya tak akan selalu mulus dan indah... tapi dia telah berbeda.. ada satu pribadi yang tak akan pernah meninggalkan dia lagi...

Satu pribadi telah dibawa pulang...

Satu pribadi telah dipindahkan dari gelap menuju terang yang ajaib...

Satu pribadi ... yang luar biasa... unik... berharga di mataNya

***

Aku...

Terharu...

Sama seperti aku diubahkan... sama seperti aku dihargaiNya dengan luar biasa... demikian juga Elisa... dan Elisa... dan Elisa... dan Elisa lain ... dan berikutnya di hari-hari yang akan datang...

Buluh yang patah terkulai itu tidak diputuskanNya...

Sumbu yang pudar nyalanya itu tidak dipadamkanNya...

Oleh anugerahNya, Ia menyalakan kembali kehidupan di dalam kegelapan jiwa anak manusia ...


***
Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya,
dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, ...
Yesaya: 42: 3

Read more...

Tuesday, June 30, 2009

terus semangat





Aku ga ada award, cuma gambar!
Aku mau bagi ke: EHA, CAHYADI, LINA, ... sapa aja yang mau... dah ... ambil aja

he he he.. ^_^

Read more...

Aku dan soal macem macem

Soal Pertemanan Dunia Maya!!

Aku pemilih? Mungkin iya! Benarkah aku pemilih? Mungkin juga tidak! Sungguhkah kamu pemilih? Bisa iya bisa juga tidak...

Tergantung apa yang harus dipilih dunk... makanan, tempat nongkrong, atau teman? ^_^ Nah teman... apakah kamu pemilih teman di dunia maya? Ya! Tanpa ragu-ragu aku menjawabnya, IYA!!


Meskipun aku sangat suka berteman, meskipun aku sangat ramai, meskipun aku sangat senang berada di tengah kerumunan banyak orang, tetapi aku bukan orang yang ‘langsung nyaman’ dengan beberapa orang.

Aku lebih sering tidak peduli, apakah orang itu suka padaku atau tidak. Apakah orang itu menganggapku ada atau tidak. Apakah orang itu melihatku sebelah mata ataupun dengan mata terbelalak. I don’t care! Bagiku, hidupku tidak ditentukan dengan apakah seseorang menyukaiku atau tidak.

Itu yang kualami beberapa waktu ini di jaringan facebook, beberapa orang yang tidak kukenal ‘add friend’ padaku. Seperti biasa, aku lihat dulu siapa dia... kalau aku yakin mau berteman dengan dia, yaaa... aku ‘confirmed’. Tapi kalau tidak, ya... ‘reject’. Apalagi pertemanan di dunia maya... ga ada batasan, ga ada keharusan untuk meng ‘iya’ kan semua tawaran kan? Di dunia nyata aja enggak.. apalagi cuma dunia maya... hallah!!

Jika aku merasa ‘ingin’ berteman dengannya... ya berteman! Tapi kalau tidak, ya... tidak usah! Sederhana!

Buat beberapa orang teman itu hal aneh, karena kata mereka itu menolak uluran tangan pertemanan. Ha ha ha... buatku tidak aneh! Kenapa aku mesti mengingkari diri sendiri, berusaha sok manis, sok baik, sok berteman, padahal cuma untuk sekedar menyenangkan hati orang supaya dia tidak kecewa. Ahhhh belagu!! Kalo memang nggak ya nggak.. kalo memang iya.. ya iya... susah amat!!

Tapi, konteks tulisan diatas itu lebih khusus untuk dunia maya loh, yang tentu saja beda dengan dunia nyata, apalagi jika harus berhadapan dengan beberapa orang yang kutemui dan harus dibantu entah secara rohani atau jasmani. PLEKSIBEL ‘ lah... ha ha ha ha...

***
Soal Blog!!

Seperti blog ku ini. Buat beberapa teman mungkin aneh juga. Kenapa gambarnya serem? Kenapa warnanya gelap? Kenapa tulisannya ‘sok idealis’? Kenapa ‘sok rohani’ banget? Kenapa ‘Kristen’ banget? Kenapa tidak memilih untuk menulis yang banyak disukai orang? Kenapa tidak menulis yang enak? Kenapa begini kenapa begitu...

Untuk kesekian kalinya aku menjawab... terserah aku to’ ya... warung-warungku sendiri... rumah-rumahku sendiri... aku mau cat pake hitam... aku mau kasih hiasan aneh.. aku mau tanam pohon yang gimana... punya-punyaku sendiri... kalau banyak orang selalu berkoar-koar tentang menjadi diri sendiri, mungkin demikian juga aku. Ini aku, aku maunya nulis begini ya.. begini.. kalau besok mau berubah... ya berubah wae... nggak usah bilang-bilang dulu... kalau bulan depan mau kuganti pakai pink atau yang gimana... ya... suka-suka akulah!! Weeekkk....

Bukan berarti aku tertutup pada perubahan dan pembelajaran. Sama sekali tidak! Aku sangat suka belajar dan berubah... tapi ya.. itu... yang aku yakini penting dan perlu buatku... kalo nggak ya nggak usah... gampang ‘to?

Bagiku, kalau tulisanku dibaca orang ya ‘matur nuwun’... tapi kalau nggak ya... nggak apa apa... kan tetap ada aku sendiri yang membacanya... ha ha ha.. narsis!!! Lagian, kubuat blog ini, supaya bisa menyalurkan hasrat terpendam yaitu menulis. Daripada tulisanku memenuhi memori hape dan PC tanpa ada yang membacanya, mendingan kupajang saja disini.. kan bagus... bisa ditambah gambar... ditambah tulisan-tulisan bergerak... ditambah lagi warna warni... hi hi katrok banget yah...

Sekali lagi, aku tak tergantung apakah aku disukai, dibenci, dicibir, dihindari, atau apa... whateve’.. lah! Emang gue pikirinn... hi hi hi...

***
Soal Award!!

Apa’an sih Award??!! Aku melongok ke tempat Evylia Hardy, dia nulis soal Award, lalu aku nengok ke tempat Cahyadi juga ada tulisan soal Award... lalu aku melongok ke tempat Irma... ada juga disana...

Buat apa seh? Itu pertanyaanku waktu itu? Bisa datengin duit ga?? (dasar mata duitannnnnnnnn!!!!). Oooo.... itu ternyata buat dibagi2 antar teman di dunia maya... he he he.. kira-kira begitulah.. salah atau bener nggak tahu’lah...

Thanks buat Eha n Cahyadi yang sudah memberikan aku award (sorry belum terpasang) karena kotaknya kegedean... (nanti mau dikecilin dulu...)

Award dari Eha

Award dari Cahyadi


Besok-besok deh.. aku juga mau buat gift bukan award ntar menyalahi etika ngeblog pula...tapi ini khusus dariku... ga copy paste darimana mana... pokoknya yang aku banget, buat kubagi-bagi sama temen2 dekat disini.. he he he... (tenang... ga pake belati kok... he he he)

***
Jadi Ik, tulisanmu yang kali ini maksudnya apa? Ya nggak apa – apa... ya nulis aja begitu... daripada kupendam dan jadi mules.. kan mending ditulis dan ditempel disini...

Hi hi hi... sekian dan terima kasih.. ^_^

Read more...

Monday, June 29, 2009

Injil [yang telah menjadi] asing

“Perkenalkan nama saya Iik, saya bertobat lahir baru.... bla bla bla... dan bersemangat.... bla bla bla... Tuhan luar biasa karena telah berkenan memakai saya untuk memberitakan Injil dan membawa terangNya kepada anak-anak muda untuk kembali kepadaNya... terakhir... cita-cita saya ingin menjadi missionaris, demikian sekilas profile saya..., apabila ada hal-hal yang ingin anda ketahui bisa bertanya langsung kepada saya ”

Itu perkenalan yang kulakukan pada tanggal 23 Juni 09 lalu di bis pariwisata yang melaju menuju Bali. Bis tersebut mengangkut hamba-hamba Tuhan, aktivis gereja dan beberapa keluarga mereka.


Aku telah mendengarkan kesaksian dari masing-masing mereka, dan ada sedikit keinginan yang tiba-tiba muncul di hatiku, “jika mereka memanggilku aku akan memberikan kesaksian yang berbeda dari yang lainnya”

Dan benar! Aku ditunjuk untuk maju dan memperkenalkan diri, dan perkataan itulah yang kukatakan kepada mereka. Tanggapan mereka setelah itu?

“Hebat ya kamu... bisa dipanggil menjadi penginjil”

Jawabku, “Lho, bukannya setiap kita juga harus menginjil juga? Bukannya itu kewajiban untuk setiap orang yang percaya padaNya?”

“Bagaimana sih cara menginjil? Bagaimana jika kita bertemu orang yang begini.. begitu... dsb”

Jawabku, “Tidak ada patokan pasti untuk memberitakan Injil harus begini atau harus begitu, yang saya tahu Tuhan janjikan Dia akan mengaruniakan perkataan yang kita butuhkan tepat waktu! Bergantung saja denganNya, semua pasti beres...”

“Beneran kamu mau menjadi penginjil? Ga enak lho...”

Jawabku, “Penginjilan bukan masalah enak atau nggak enak... tapi tentang kewajiban dalam hidup kita bersama Kristus dan sebagai umatNya”

“Ikut aja pelatihan penginjilan.. ada missionaris dari luar negeri yang akan melatihmu selama 3 bulan untuk dikirim ke negara-negara asing di luar sana”

Jawabku, “Aku sudah berlatih dan melakukannya setiap waktu selama 10 tahun terakhir ini...”

Tulisan ini bukan untuk mengecam. Bukan untuk merendahkan! Bukan untuk menghina siapapun.Tapi ‘suatu pertanyaan’ muncul di benakku tanpa terkendali.Pertanyaan-pertanyaan mereka suatu 'keanehan' buatku. Sesuatu yang bagiku 'tidak semestinya' diajukan kepada aku... yang hanya seorang 'Iik'

“Inikah Injil yang bagi kita adalah kekuatan? Hanya sampai disinikah kebanggaannya? Hanya sampai disinikah kuasanya? Mengapa Injil telah menjadi sesuatu yang asing, bahkan bagi hamba-hambaNya sendiri? Tidak adakah lagi orang yang bersedia mati bagi InjilNya? Tidak adakah lagi orang-orang yang mau melatih anak-anak itu sehingga harus import penginjil dari luar negeri? Bagaimana dengan gereja? Apa yang telah ia lakukan di dunia ini? Apa yang ia telah banggakan? Apa yang telah menjadi hasratnya? Apa yang telah menjadi gairahnya? Pudarkah? Sesungguhnya masih adakah cinta akan rumahNya itu??”

Aku melemparkan pandanganku ke pantai Kuta yang terbentang di hadapanku. Menikmati angin, menikmati deru ombak, menikmati pasir.... Ahhh... masih ada semilyar misteri Injil yang belum terbongkar. Masih ada semilyar cara bagi pemberitaan Injil ini disampaikan sampai ke ujung dunia.

Meski Injil ini [telah menjadi] asing bagi beberapa orang. Aku berharap itu tidak akan pernah terjadi padaku....

Hingga aku menyelesaikan panggilanNya yang mulia atas hidupku________

Read more...

Kecopetan!!!

Aku tak pernah kecopetan!! Sumprit!!

Aku selama ini terlatih untuk mengamankan barang-barang sederhana yang kumiliki dengan sangat teliti dan hati – hati. Entah itu mahal, murah, jelek, bagus, aku tak pernah diajarkan untuk teledor dalam memeliharanya.

Tapi, 25 Juni 2009, di Guwang atau Sukawati 2 Bali, aku...


Aku turun dari Bis dengan semangat! Aku akan membelikan oleh - oleh buat teman-temanku, anak-anak sel grup, ibuku, adikku, sahabat-sahabatku. Ahhhh... begitu banyak yang kumimpikan.

Aku menggandeng 2 orang anak bosku yang masih 6-7 tahun dengan tangan kiri dan kanan, dengan tas menyelempang. Tiba-tiba terasa aku didesak dari belakang. Aku pikir masih wajar.. karena begitulah pasar. Tiba-tiba aku merasa tas-ku pindah ke belakang. Langsung ku tarik ke depan...

Astaga.. dompetku sudah raib!!!

Aku tak bisa berpikir hanya mengulang-ulang kalimat yang tak jelas, “Lhoh! Kayaknya tadi ada disini? Kemana? Masak dicopet? Yang bener? Dimana ya...?”

Aku langsung balik ke bis, aku mengitari semua bangku.. aku jalan lagi masuk ke pasar, aku amati pojokan-pojokan jalan. Aku lihat lagi, dan aku tersadar, aku benar-benar kecopetan...!!!

Aku biasanya tak sesembrono itu. Aku biasanya menaruh uangku terpisah, tersebar dimana-mana. Tapi kali ini semuanya ada jadi satu dalam satu dompet. 400 ribu uang milik kantor, 100 ribu uang titipan temanku, 200 ribu uang tunaiku sendiri, ATM, dan KTP. Weeeekkkk....

Aku lihat lagi ke dalam tas. Kamera milik bosku seharga 6 juta masih ada di tempatnya. Nokia 9500 ku masih ada di pojok, nokia butut 5510 (tapi seken nya masih lumayan...) masih nongkrong manis.., lalu barang-lain...masih ga bergeser, kalau dihitung-hitung memang dompet dan uangnya itu memang yang paling murah. Dan, bulan depan bisa ‘kelar’ semuanya. Tapi tetep aja .. keseeeeeeellll....

Aku gondok berat!! Jengkel berat!!! Tapi anehnya ga bisa marah... malah cengar cengir... aku masih ga percaya dengan mudahnya copet menggerayangi tasku. Gila!!!

Akhirnya aku cuma bisa bengong melihat teman-temanku berbelanja ini itu. Busettt.. impianku kandas dalam sekejap!!

Untung Bossku masih sangat berbaik hati, ketika aku menghampirinya untuk meminjam uang karena aku sudah tak ada uang sama sekali, dia bilang, “Apa pinjam? Udah nggak usah.. itu buat kamu saja!!!”

“Ah... praise God!!”


Yaaah... akhirnya malam itu.. aku habiskan dengan jalan kesana kemari nggak jelas... makan es krim mahal traktiran (paksa) sambil lihat-lihat jalanan Kuta yang penuh dengan bule-bule.. dengan pandangan kesal.....!!!!

Semua orang menghiburku. Semua berusaha memberikan kata-kata manis, tapi aku ‘melet’ dalam hati... hallah!! Penghiburan palsu nggak tulus!! Kata-kata manis doang... weeeeekkk...

Hingga esok harinya, satu orang anak kecil manis dengan suara sengau (mungkin cacat di saluran tenggorokannya) yang ada dalam rombongan, menyentuh tanganku dengan lembut saat aku bengong di bis.

“Mbak...jangan sedih... nanti uangnya diganti sama Tuhan Yesus...”

Aku spontan mencium keningnya sambil berkaca-kaca... seraya berkata, “Thanks dek...”

Ahhh... dia tulus banget. Dia mengucapkan hal tersebut tanpa pamrih. He he he... amarahku yang bergelora dengan hebat.. tiba-tiba mereda.. melihat tatapan matanya yang bersahabat dan senyumnya yang merekah. Aku saja jarang ‘setulus’ itu pada orang. Tapi anak ini? Dia menghiburku dengan kepolosan yang luar biasa tulus.

Ketulusan. Mungkin itu pelajaran dari kecopetan kali ini.. Hi hi hi hi hi... ^_^

Read more...

  © Blogger templates ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP